Demam Batu Akik, Antara Problema dan Solusi

Demam Batu Akik, Antara Problema dan Solusi – Fenomena batu akik sempat mencuat beberapa tahun ini. Menjadi trend yang mampu menghipnotis berbagai kalangan karena bentuknya indah dan juga bernilai dimata kolektor. menurut informasi yang dikutip dari halaman wikipedia, Kecintaan batu akik sudah sangat lama mewabah di negeri ini, tapi saat itu mereka menjadikan benda tersebut sebagai suatu hal yang berbau mistis. Pandangan mereka, batu akik menjadi azimat dan siapa saja yang memakai pasti dikaitkan dengan kesaktian dan kehebatan sipemakai.

batu akik

Kini batu akik sudah tak bernilai mistis lagi, atau mungkin berkurang daya sakralnya. berbagai kalangan lebih menganggap sebagai hobi, termasuk penulis pribadipun menyukai batu tersebut.
Akan tetapi kecintaan penulis pada batu akik terlalu berlebihan. berlebihan disini bukan berarti mengganggap batu akik sebagai suatu hal yang sakral atau mistis, tetapi lebih pada mengahambur-hamburkannya uang untuk membeli dan menuruti keinginan memiliki benda tersebut.

Sempat berfikir dan mencari cara untuk melupakan hobi koleksi batu akik, akhirnya saya temukan bagaimana move on darinya. Dengan cara membenturkan sebuah kisah dan hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam agama.
Dalam suatu kisah, ada beberapa orang yang oleh masyarakatnya dikenal sebagai sosok yang alim, abid. Masyarakat sangat mencintai dan menghormati,menjadikan mereka sebagai tokoh hingga berujung penghormatan yang berlebih. Saat meninggal, para tokoh dibuatkan patung dengan tujuan untuk menghormati dan tentunya mengenang jasanya. Setelah bertahun-tahun, lintas beberapa generasi, terjadi miss komunikasi dan informasi yang tak termutawatir. Patung-patung tersebut dijadikan sebagai pelepas dahaga bagi jiwa-jiwa yang menghendaki suatu perlindungan dan pertolongan, disaat orang lain tak mampu memberi perlindungan. dengan kata lain patung tokoh dijadikan sesembahan dan disakralkan. Akhirnya Nabi Nuh AS diutus untuk memperbaiki dan meluruskan aqidah kepada generasi tersebut. Usaha itu gagal dan berujung pada pengadzaban/pemusnahan massal guna meregenerasi manusia-manusia baik. Tetapi proklamasi iblis masih berlaku dan dijalankan terstruktur dan prosedural dengan pengalaman yang dimiliki, hingga rusaknya aqidah masih terjadi sampai sekarang.

Hal lain,yang mungkin bisa juga sebagai penguat, yaitu dilarangnya membuat bangunan diatas kubur. sesuai hadist “Rasulullah melarang kubur untuk diplaster, diduduki di atasnya, dan dibuat bangunan di atasnya.” HR Muslim.
Tujuan hadist pelarangan membuat bangunan diatas kubur, masih ada hubngan erat dengan kisah para tokoh diatas, salah satunya adalah untuk mengantisipasi dikemudian hari agar tidak salah dalam beraqidah.

Lalu apa hubungannya dengan batu akik, padahal suka batu akik hanyalah hobi.
Tetapi bagaimana dikemudian hari, yang mana keadaannya masih gaib?
Apa yang terjadi jika mati, dan batu itu dimiliki oleh generasi penerus(anak, cucu, buyut dll)?
Apa bisa menjamin dan yakin jika informasi dan pemahaman tentang keberadaan batu akik masih sama dan beruntun hingga lintas generasi?

Untuk itu antisipasi hal yang akan datang, dengan belajar dan mengambil pengalaman dari kisah/sejarah.
hindari hobi yang sangat riskan dengan aqidah dan berpotensi kesyirikan.

Demikian artikel tentang Demam Batu Akik, Antara Problema dan Solusi. Yang sederhana ini, semoga bermanfaat.

Baca juga:

Demam Batu Akik, Antara Problema dan Solusi | admin | 4.5