Pengertian dari Id

Pengetian Id

Sigmund Freud, sebagai pendiri aliran Psikoanalisa, adalah ahli psikologi pertama yang memfokuskan perhatiannya kepada totalitas kepribadian manusia, bukan kepada bagian-bagiannya yang terpisah. Sebagaimana tubuh fisik yang mempunyai struktur: kepala, kaki, lengan, dan batang tubuh. 
Sigmund Frued berkeyakinan bahwa jiwa manusia juga mempunyai struktur dan masing-masing struktur meliputi tiga sistem yang berbeda. Maksudnya memiliki peran dan fungsi-fungsi tersendiri, Inilah yang disebut Id, Ego, dan Superego

Apa yang dimaksud dengan “Id”??


Freud menggunakan istilah Id untuk menunjukkan wilayah ketidaksaran. Id merupakan lapisan paling dasar dalam struktur psikis seorang manusia. Dalam Id berlaku : bukan aku (sama dengan subjek) pelakunya, melainkan ada yang melakukan dalam diri aku.
Salah satu contoh Id, pernahkah Anda bermimpi?? Pada saat bermimpi, Anda seolah-olah hanya merupakan penonton pasif. Bukan sebagai pelaku utama. Tontonan itu ditayangkan oleh ketidaksadaran Anda. Jadi bisa dikatakan “bukan sayalah yang bermimpi, tapi ada yang bermimpi di dalam diri saya”.
Pada permulaan hidup manusia, kehidupan psikisnya hanyalah terdiri dari Id saja. Pada janin dalam kandungan dan bayi yang baru lahir, Id-lah yang paling mendominasi dikarenakan belum ada struktur yang lain. Id itulah yang menjadi bahan baku bagi perkembangan psikis lebih lanjut. Id adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan biologis manusia – pusat insting (hawa nafsu).
Pada mulanya, Id sama sekali berada di luar kontrol individu. Id hanya melakukan apa yang disukai. Ia dikendalikan oleh “prinsip kesenangan” (the pleasure principle). Pada Id tidak dikenal urutan waktu, hukum-hukum logika dan etika sosial tidak berlaku untuknnya. Dalam mimpi seringkali kita melihat hal-hal yang sama sekali tidak logis. 
Dikarekanakan Id yang bersifat pleasure principle (prinsip kesenangan), Id tidak mau ambil pusing untuk memuaskan keiinginannya. Selain itu, juga tidak pedulu apakah pemenuhan keinginan itu akan berbenturan dengan norma-norma yang berlaku. Yang penting baginya adalah keinginannya terpenuhi dan dia memperoleh kepuasan. Misalnya, pernahkah Anda mendengar kasus pemerkosaan?? kebanyakan dari kasus pemerkosaan didominasi oleh Idnya. Artinya, orang yang telah didominasi oleh Id akan melakukan suatu tindakan (pemerkosaan) tanpa memikirkan akibat dari tindakan yang dia lakukan. Yang penting dia merasa puas setelah melakukannya. Maka dari itu, hadirlah sitem kepribadian yang lain yang disebut dengan ego dan superego untuk mengontrol kerja dari Id ini. Itu contoh negatifnya yaa hehehe..

Contoh lain dari Id

 

Id

Untuk menghilangkan ketidakenakan dan mencapai kenikmatan, Id mempunyai 2 cara, yaitu:
  1. Refleks dan reaksi-reaksi otomatis,seperti bekedip karena sinar matahari, bersin, dll.
  2. Proses primer, seperti ketika orang lapar biasanya akan terbayang akan makanan. Orang yang haus   terbayang berbagai minuman. Bayangan-bayangan seperti itu adalah upaya yang dilakukan Id untuk mengurangi ketegangan akibat meningkatnya energi psikis dalam dirinya. Cara-cara tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan. Orang lapar tentu tidak akan menjadi kenyang hanya dengan membayangkan makanan, begitu juga dengan orang yang haus tidak akan hilang hausnya dengan membayangkan es campur.
Maka dari itu, ada sistem lain yang menghubungkan pribadi dengan dunia objektif (nyata). Sistem itu dinamakan Ego yang akan kita bahas pada artikel selanjutnya ^^

Sekian artikel saya tentang pengetian id dalam kajian psikologi, semoga bermanfaat ^^

Pengertian Konsumerisme
Pengertian dari Id | Fahri Wijaya | 4.5