Pengertian dari Parasomnia

Apa yang dimaksud Parasomnia/ what is parasomnias??  

Fahri’s Blog – Parasomnia adalah gangguan yang ditandai oleh gerakan yang tidak diinginkan, fenomena verbal, atau pengalaman yang terjadi dalam hubungannya dengan tidur, tahap spesifik dari tidur, atau transisi fase tidur-terjaga. (kamuskesehatan)
Parasomnias dapat dikategorikan gangguan tidur yang melibatkan gerakan-gerakan yang tidak normal dan tidak wajar, perilaku, emosi, persepsi, dan mimpi yang terjadi saat jatuh tertidur, tidur, antara tahap tidur, atau selama gairah dari tidur.


Gangguan tidur ini lebih sering terjadi pada anak-anak (5%-15%), tapi tidak dipungkiri bahwa orang dewasa (1%) juga bisa terkena gangguan tidur ini. 
Parasomnia dicirikan oleh perilaku fisik atau lisan yang tidak diinginkan, seperti berjalan atau berbicara saat tidur, terjadi dalam hubungan dengan tidur, tahapan tertentu dari tidur atau transisi tidur-bangun.

Parasomnia dapat dibagi menjadi dua kelompok utama yakni parasomnia primer dan parasomnia sekunder. Parasomnia primer merupakan gangguan tidur yang ditandai terjadinya simultan unsure-unsur dari transisi tidur-bangun. Sedangkan parasomnia sekunder adalah gangguan sistem organ lainnya yang timbul selama tidur seperti Sleep Apnea. (koran-jakarta)

Jenis-jenis parasomnia/the types of parasomnias (From Koran-Jakarta)

1.Sleep Paralysis
Sleep paralysis adalah keadaan dimana tubuh kita terasa sulit sekali digerakkan. Banyak orang yang mengaitkan hal ini dengan “tindihan” yang disebabkan oleh makhluk halus. Padahal hal diakibatkan perpindahkan dari kondisi Rapid Movement Eye (REM) ke kondisi sadar. Penyebabkan Tindihkan
2. Sleepwalking 
Sleepwalking atau biasa disebut tidur berjalan, terjadi ketika seseorang tampaknya terjaga dan bergerak di sekitar dengan mata terbuka lebar, tetapi sebenarnya sedang dalam kondisi tertidur. Berjalan dalam tidur tidak memiliki memori dari tindakan mereka. Sleepwalking paling sering terjadi selama dalam tidur non-REM (tahap 3), di awal malam.

Episode ini sangat bervariasi dalam kompleksitas dan durasi. Sleepwalking kadang-kadang bisa berbahaya karena berjalan sambil tidur tidak menyadari keadaan sekitarnya dan dapat bertemu benda atau dapat jatuh. 

Sleepwalking juga dapat dikatakan mengigau jalan. Ketika orang mengigau orang tidak akan sadar apa yang dia lakukan. Selengkapnya tentang mengigau >> Bahaya Mengigau dan Cara Mengatasinya.

3.Confusional Arousals
 
Orang yang mengalami arousals confusional bereaksi perlahan terhadap perintah dan mungkin memiliki pertanyaan sekitar permasalahan yang dihadapi. 
Arousals confusional biasanya terjadi ketika seseorang terbangun dari tidur nyenyak selama bagian pertama dari malam. Ini gangguan yang juga dikenal sebagai inersia tidur berlebihan atau mabuk tidur, melibatkan kelambatan berlebihan ketika bangun tidur. 


4.Mimpi Buruk

Mimpi buruk adalah peristiwa yang dapat menyebabkan perasaan takut, teror, ataupun kecemasan. Biasanya, orang yang mengalami mimpi buruk, tiba-tiba terbangun dari tidur REM (Kondisi dimana terjadi mimpi), dan mampu menggambarkan isi mimpi rinci. Faktor dari mimpi buruk itu sendiri bisa terjadi karena sakit atau demam tinggi, cemas, ditinggal orang yang dicintai, dll.
5.Tidur Enuresis 
Tidur Enuresis adalah kondisi dimana orang tidak mampu mempertahankan kontrol kemih saat tertidur sehingga “mengompol”. Tidur Enuresis ini dibagi 2, yakni primer dan sekunder. 

  • Pada enuresis primer, seseorang belum mampu memiliki kontrol kemih semenjak masa kanak-kanak. 
  • Pada enuresis sekunder, seseorang memiliki kekambuhan setelah sebelumnya mampu mengontrol kemih. Enuresis yang seperti ini disebabkan oleh kondisi medis (termasuk diabetes, infeksi saluran kemih, atau sleep apnea), atau gangguan kejiwaan.



Pengertian dari Parasomnia | Fahri Wijaya | 4.5